Thursday, 8 April 2010

KECAP IKAN

Kecap Ikan Kecap ikan merupakan produk hasil fermentasi yang dibuat dari sari daging ikan yang sengaja dibuat khusus untuk dibuat kecap ikan atau sari daging ikan yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan lainnya(missal pemindangan). Selain di Indonesia, kecap ikan sangat terkenal di beberapa Negara asia tenggara. Di Vitnam, kecap ikan dikenal dengan nama nuoc Mam, di Kamboja nuoc mam guacam dan di filiphina patis sedangkan di Jepang kecap ikan terkenal dengan nama shottsuru. ( zaelanie, 2004) 
Kecap ikan digemari karena memberikan cita rasa dan aroma khas yang berbeda dengan kecap kedelai (Rahayu, et al, 1992). Selain itu , dalam pembuatannya kecap ikan tidak selalu memerlukan jenis ikan khusus sebagai bahan baku utamanya. Ikan yang bukan ekonomis tinggi atau bahkan hasil sampingan proses pengolahan lain dapat digunakan untuk memproduksi kecap ikan.kualitas kecap ikan sangat dipengaruhi jumlah garam dan lamanya proses fermentasi. 
Kecap ikan memiliki warna bening kekuningan sampai coklat muda dengan rasa asin yang relative serta banyak mengandung senyawa nitrogen. Amino nitrogen merupakan unsure gizi yang baik untuk tubuh karena mudah dicerna (afrianto,1989). Selain nitrogen, kecap banyak mengandung mineral-mineral yang penting bagi tubuh, contohnya garam kalsium. 
PENGGUNAAN BTM PADA KECAP IKAN 
Dalam pembuatannya, kecap ikan dapat ditambahkan dengan beberapa bahan tambahan. Adapun bahan tambahan itu yaitu 
1. ENZIM Pada pembuatan kecap ikan, upaya untuk mempercepat proses fermentasi adalah dengan penambahan enzim yaitu enzim bromelin yang berasal dari ekstrak nanas. 
Dengan adanya penambahan enzim ini maka proses penguraian protein ikan hanya berlangsung dalam waktu 3 hari ( zaelanie, 2004). Adapun penambahan enzim ini ditujukan untuk mempercepat proses pembuatan kecap ikan ini. Menurut Bambang (2005), berdasarkan peraturan menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 235/ MENKES/PER/VI/1979, enzim merupakan jenis dari bahan tambahan makanan, yang memiliki fungsi spesifik, misalnya hidrolisis protein (protease, papain, bromelain) Mekanisme 

2. Emulsifier Pada proses pembuatan kecap ikan terdapat kandungan lemak pada bahan baku, sehingga menyebabkan kenampakan kecap ikan kurang menarik akibat adanya endapan dan lapisan minyak. 
Untuk mengatasinya maka perlu penambahan senyawa emulsifier. Adapun emulsifier yang digunakan adalah gelatin. Gelatin merupakan substansi protein yang diperoleh dengan cara ekstraksi tulang dan jaringan konektif pada hewanyang mengandung kolagen (anonymous, 2002). 
Menurut belitz dan Grosch (1999), gelatin memiliki HLB 9,8 sehingga cock untuk digunakan sebagai emulsifier kecap ikan. Selain itu gelatin dapat digunakan sebagai penstabil dalam emulsi karena kemampuannya dalam mengikat air dan lemak. Mekanisme gelatin dalam bertindak sebagai emulsifier yaitu kemampuan dari karena penyusun asam-asam aminogelatin merupakan golongan polar dan non polar yaitu hidroksiprolin(polar) dan glisin (non polar) (tarigan, 1983). Stabilitas emulsi juga memberikan efek terhadap viskositas, dimana penambahan gelatin menyebabkan kecap menjadi lebih kental sehingga menjadi lebih stabil. 

3. Pengawet Dalam ikan, terkandung bakteri pembusuk seperti Pseudomonas spp. Chromobacterium, plavobacterium (supardi dan sukamto, 1999). Selain itu terdapat Mikroba dari hasil isolasi dari kecap ikanantara lain baktereri halofilik, kapang, dan khamir. Kapang yang ditemukan seperti Cladosporium herbarum, Aspergillus fumigatus & penicilium notanum. Sedangkan dari jenis khamir berupa Caudida clausenii. Untuk mengontrol perkembangannya, maka diperlukan adanya senyawa yang mencegah perkembangbiakannya yaitu berupa pengawet. 
Asam benzoate merupakan pengawet yang paling cocok pada produk kecap ikan. Hal ini dikarenakan merupakan produk hasil fermentasi yang bernaung dalam lingkungn asam. Penggunaan asam benzoate biasa digunakan dalam bentuk asam atau garam yang berupa natrium benzoate. 
Mekanisme asam benzoate sebagai bahan pengawet berdasarkan permeabilitas dari membrane sel mikroba terhadap molekul asam yang terdisosiasi sehingga di dalam sel banyak terdapat ion hydrogen. Hal ini menyebabkan pH sel menjadi lebih rendah sehingga dapat merusak organ sel mikroba (supardi dan sukamto, 1999). Asam benzoate ↔ H + benzoat pH asam 

4. Salt Pada proses/ tahap fermentasi, dilakukan penambahan gula dan garam (afrianto, 1989). Garam digunakan secara luas dalam pengawetan produk- produk pengawetan ikan, daging, dll. mekanisme dari penggaraman ini adalah pengawetan bahan pangan berperan sebagai penghambat selektif terhadap mikroorganisme pembusuk atau proteolitik. Selain itu garam juga mempengaruhi aktivitas air dari bahan, sehingga kondisi ini akan menentukan pertumbuhan mikroorganisme yang ada (supardi dan sukamto, 1999).

 Menurut soeparno (1992) Garam yang lazim dalam pengolahan pangan yaitu sodium chloride, sodium nitrit/ nitrate, dan gula. Garam pada konsentrasi tinggi berfungsi 
 sebagai pengawet dan penghambat pertumbuhan mikroba 
 penambah aroma dan cita rasa atau flavor 

5. Antioksidant Lemak hasil pengecapan ikan yang berasal dari bahan baku dapat mempengaruhi hasil akhir produk, untuk itu dalam pencegahan perlu senyawa antioksidant. 
Antioksidant merupakan bahan yang digunakan untuk mencegah oksidasi lemak, sehingga produk tidak mudah tengik. Asam lemak tidak jenuh dapat menimbulkan bau yang tidak enak selama pemasakan karena adanya proses oksidasi (soeparno,1992). 
Dengan adanya lemak dalam bahan pangan memberikan kesempatan bagi jasad renik lipolitik untuk tumbuh secara dominan dan menghasilkan zat ayng disebut asam-asam lemak bebas yang menghasilkan bau dan rasa tengik ((supardi dan sukamto, 1999). Proses ketengikan sangat dipengaruhi oleh adanya prooksidan dan antioksidan, prooksidan akan menghambatnya. Hal ini disebabkan oleh otooksidasi radikal asam lemak tidak jenuh dalam lemak dan minyak. Salah satu cara yang digunakan untuk mencegah kerusakan diatas adalah dengan penambahan antioksidan. Mekanisme antioksidan dalam menghambat oksidasi atau menghentikan reaksi berantai pada radikal bebas dari lemak yang teroksidasi, dapat disebabkan oleh 4(empat) macam mekanisme reaksi yaitu : 
1. pelepasan hidrogen dari antioksidan. 
2 pelepasan elektron dari antioksidan. 
3. addisi asam lemak ke cicin aromatik pada antioksidan. 
4. pembentukan senyawa kompleks antara lemak dan cicin aromatik dari antioksidan. 
Prinsip kerja dari pada antioksidan dalam menghambat otooksidan pada lemak dapat dilihat sebagai berikut : “ oksigen bebas di udara akan mengoksidaksi ikatan rangkap pada asam lemak yang tidak jenuh. Kemudian radikal bebas yang terbentuk akan bereaksi dengan oksigen sehingga akan menghasilkan peroksida aktif.” Zat-zat yang termasuk golangan ini dapat berasal dari alam dan dapat pula buatan (sintetis). Antioksidan alam antara lain : toko fenol, lesitin,sesamol, fosfasida, dan asam askrobat. Antioksidan buatan adalah senyawa-senyawa fenol,misalnya : butylated hidroxytoluene (BHT). 

 6. Flavoring Agent Pada beberapa penembahan flavoring agent yang berguna sebagai penguat rasa. Adapun senyawa tersebut seperti monosodium glutamate. 
Penambahan ini berfungsi sebagai penguat rasa pada produk. Yang termasuk dalam flavoring agent alami misalnya bumbu-bumbuan dalam produk kecap ikan ini bumbu-bumbu tersebut seperti jahe, bawang putih, daun salam, sereh dan pekak serta kluwek (anonymous, 2009).

Kisah Sukses Bob Sadino

KISAH SUKSES BOB SADINO Kisah Sukses Bob Sadino Bob Sadino adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Bob berwirausaha karena "kepepet", selepas SMA tahun 1953, ia bekerja di Unilever kemudian masuk ke Fakultas Hukum UI karena terbawa oleh teman-temannya selama beberapa bulan. Kemudian dia bekerja pada McLain and Watson Coy, sejak 1958 selama 9 tahun berkelana di Amsterdam dan Hamburg. Setelah menikah, Bob dan istri memutuskan menetap di Indonesia dan memulai tahap ketidaknyamanan untuk hidup miskin, padahal waktu itu istrinya bergaji besar. Hal ini karena ia berprinsip bahwa dalam keluarga, laki-laki adalah pemimpin, dan ia pun bertekad untuk tidak jadi pegawai dan berada di bawah perintah orang sejak saat itu ia pun bekerja apa saja mulai dari sopir taksi hingga mobilnya tertubruk dan hancur , kemudian kuli bangunan dengan upah Rp 100 per hari. Suatu hari seorang temannya mengajaknya untuk memelihara ayam untuk mengatasi depresi yang dialaminya,dari memelihara ayam tsb ia terinspirasi bahwa kalau ayam saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan bertelur,tentunya manusia pun juga bisa, sejak saat itulah ia mulai berwirausaha. Pada awalnya sebagai peternak ayam, Bob menjual telor beberapa kilogram per hari bersama istrinya. Dalam satu setengah tahun, dia sudah banyak relasi karena menjaga kualitas dagangan,dengan kemampuannya berbahasa asing, ia berhasil mendapatkan pelanggan orang-orang asing yang banyak tinggal di kawasan Kemang, tempat tinggal Bob ketika itu.Selama menjual tidak jarang dia dan istrinya dimaki-maki oleh pelanggan bahkan oleh seorang babu. Namun Bob segera sadar kalo dia adalah pemberi service dan berkewajiban memberi pelayanan yang baik, sejak saat itulah dia mengalami titik balik dalam sikap hidupnya dari seorang feodal menjadi servant, yang ia anggap sebagai modal kekuatan yang luar biasa yang pernah ia miliki. Usaha Bob pun berkembang menjadi supermarket, kemudian dia pun juga menjual garam,merica, sehingga menjadi makanan.Om Bob pun akhirnya merambah ke agribisnis khususnya holtikultura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur konsumsi orang-orang Jepang dan Eropa dia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah untuk memenuhi. Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira orang, dia sering berjumpalitan dan jungkir balik dalam usahanya. Baginya uang adalah nomer sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menemukan dan berani mengambil peluang. Bob berkesimpulan bahwa saat melaksanakan sesuatu pikiran kita berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, apa yang ada pada diri kita adalah pengembangan dari apa yang telah kita lakukan. Dunia ini terlampau indah untuk dirusak, hanya untuk kekecewaan karena seseorang tidak ,mencapai sesuatu yang sudah direncanakan.Kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak mikir membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah, yang penting adalah action. Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan, setelah mengalami jatuh bangun, akhirnya Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman yang selalu dimulai dari ilmu dulu, baru praktek lalu menjadi terampil dan professional. Menurut pengamatan Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu berpikir dan bertindak serba canggih, bersikap arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Om Bob selalu luwes terhadap pelanggan dan mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan, sehingga dengan sikapnya tersebut Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelangan akan membawa kepuasan pribadinya untuk itu ia selalu berusaha melayani klien sebaik-baiknya. Bob menganggap bahwa perusahaannya adalah keluarga, semua anggota keluarga Kem harus saling menghargai, tidak ada yang utama,semuanya punya fungsi dan kekuatan sendiri-sendiri.

Wednesday, 7 April 2010

Pasar dan Bauran Pasar

Mata Pelajaran : Mulok Kelas/Semester : X/ Genap Standar Kompetensi : 3.Memahami pasar dan strategi pemasaran Kompetensi Dasar : 3.1. Mendeskripsikan pasar dan bauran pasar. Indikator : • Siswa mampu Mendeskripsikan pasar dan bauran pasar. • Siswa mampu Menjelaskan macam-macam pasar. • Siswa mampu Menjelaskan Tujuan pemasaran • Siswa mampu Menjelaskan Bauran pasar (mix market) • Siswa mampu Menjelaskan Pentingnya tempat usaha. • Siswa mampu Menjelaskan arti Price, produk, dan promosi dengan omset penjualan. • Siswa mampu Menjelaskan Perilaku pasar , fluktuasi pasar, dan intervensi pasar Alokasi Waktu : 8 x 45 menit B. Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mendeskripsikan pasar dan bauran pasar. 2. Siswa memahami macam-macam pasar 3. Siswa memahami Tujuan pemasaran 4. Siswa memahami Bauran pasar (mix market) 5. Siswa memahami Pentingnya tempat usaha. 6. Siswa memahami arti Price, produk, dan promosi dengan omset penjualan. 7. Siswa memahami Perilaku pasar , fluktuasi pasar, dan intervensi pasar C. Materi Pembelajaran : 1. Pasar dan bauran pasar Yang dimaksud dengan pasar adalah tempat atau kegiatan untuk mempertemukan permintaan / pembeli dan penawaran / penjual. Menurut Lancaster, G dan Jobber, D. (1990), bauran pasar terdiri atas 4 unsur, yaitu : kebijakan produk, penetapan harga, promosi dan distribusi. 2. Macam-macam pasar A. Menurut Suradjiman (1996), pasar dapat diklasifikasikan (dikelompokkan) sebagai berikut: 2.1. Dari segi fisik : Pasar/ toko tradisional, pasar raya, toko serba ada, toko swalayan, dan pasar abstrak yang barang jualannya tidak kelihatan. 2.2. Dari segi barang yang dijual : Pasar ikan , pasar sayuran, toko emas, toko barang elektronik, bursa efek, dan sebagainya. 2.3. Dari segi Organisasi penyelenggaraan pasar. a. Pasar sempurna, dimana penjual,dan pembelinya banyak mudah mendapatkan informasi, ada kebebasan bagi pembeli untuk berhubungan dengan setiap penjual, barang yang dipejual belikan bersifat homogen atau dapat saling menggantikan . jangkauan wilayah pasar sempurna sangat luas. Permintaan dan penawaran dapat dating dari berbagai penjuru. Pasar barang dagangan (komoditi) hasil bumi dan pertanian dari Indonesia diantranya minyak bumi, timah, kopi, dan karet yang diekspor memasuki pasar sempurna (bursa) tingkat internasional . b. Pasar tidak sempurna, bila sebagian atau salah satu syarat dari pasar sempurna tidak terpenuhi. Misalnya, toko serba ada. B. ada juga yang menggolongkan pasar dalam ekonomi Indonesia sebagai berikut : 1. Pasar Barang Pasar barang adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang. Pasar barang dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yakni : a. Pasar Barang Nyata / Riil Pasar barang nyata adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang yang bentuk dan fisiknya jelas. Contohnya adalah pasar kebayoran lama, pasar senen, pasar malam, pasar kaget, dan lain-lain. b. Pasar Barang Abstrak Pasar barang abstrak adalah pasar yang menjual produk yang tidak terlihat atau tidak riil secara fisik. Contoh jenis pasar ini adalah pasar komoditas / komoditi yang menjual barang semu seperti pasar karet, pasar tembakau, pasar timah, pasar kopi dan lain sebagainya. 2. Pasar Jasa / Tenaga Pasar jasa adalah pasar yang menjual produknya dalam bentuk penawaran jasa atas suatu kemampuan. Jasa tidak dapat dipegang dan dilihat secara fisik karena waktu pada saat dihasilkan bersamaan dengan waktu mengkonsumsinya. Contoh pasar jasa seperti pasar tenaga kerja, Rumah Sakit yang menjual jasa kesehatan, Pangkalan Ojek yang menawarkatn jasa transportasi sepeda motor, dan lain sebagainya. 3. Pasar Uang dan Pasar Modal a. Pasar Uang Pasar Uang adalah pasar yang memperjual belikan mata uang negara-negara yang berlaku di dunia. Pasar ini disebut juga sebagai pasar valuta asing / valas / Foreign Exchange / Forex. Resiko yang ada pada pasar ini relatif besar dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, namun demikian keuntungan yang mungkin diperoleh juga relatif besar. Contoh adalah transaksi forex di BEJ, BES, agen forex, di internet, dan lain-lain. b. Pasar Modal Pasar Modal adalah pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan bisnis atau kepemilikan modal untuk diinvestasikan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Contohnya seperti saham, reksadana, obligasi perusahaan swasta dan pemerintah, dan lain sebagainya. 3. Tujuan pemasaran. Menurut Edilius (1999), pemasaran diartikan sebagai suatu proses usaha yang dibutuhkan dalam rangka memudahkan barang dan jasa dari lokasi produsen kedalam jangkauan konsumen akhir. Proses usaha tersebut produsen berusaha memuaskan para konsumen pelanggannya melalui penggunaan produknya. Dan karenanya produsen mencapai tujuannya yaitu memperoleh laba melalui kepuasan pelanggan. 4. Bauran pasar (mix market) Menurut Lancaster, G dan Jobber, D. (1990), bauran pasar terdiri atas 4 unsur, yaitu : kebijakan produk, penetapan harga, promosi dan distribusi. a. kebijakan produk; penampilan, kemasan, kualitas dan ragam produk. b. penetapan harga/price ; tingkat harga, syarat kredit, perubahan harga, potongan harga. c. Promosi: iklan, publikasi, promosi penjualan, penjualan tatap muka (personal selling) d. Distribusi/place/ tempat usaha: persediaan, saluran distribusi, banyaknya distributor aatau penyalur. a. Produk Produk dalam hubungannya dengan pemasaran didefinisikan oleh Edilius (1999) sebagai suatu benda dengan semua embel-embel atau akibatnya (seperti : system kemasan, merek dan gambar, cap dll) yang menarik minat memberi kepuasan kepada pemakainya. Penggolongan produk ditinjau dari pemakainya : a. produk industri, yaitu barang-barang yang masih memerlukan proses tambahan oleh sector industri bila ingin dimanfaatkan oleh konsumen akhir. b. produk konsumsi, yaitu kelompok produk yang tersedia dan dapat langsung dimanfaatkan oleh konsumen akhir. Penggolongan produk konsumsi :  Shoping goods. Adalah barang mewah yang dibeli oleh konsumennya dengan memperhatikan waktu dan harganya.  Special goods, kelompok barang yang memiliki karakteristik dan kegunaan yang khas, dan konsumennya orang-orang tertentu. Misalnya : barang antik.  Unshought goods, kelompok barang yang keberadaannya belum diketahui oleh konsumen sehingga barang-barang tersebut tidak dicari oleh calon pembeli. Produsen perlu menginformasi secara continue.  Convenient goods, kelompok barang yang dibeli oleh konsumennya tanpa perlu mempertimbangkan perbedaan mutu dan harga. Convenient goods dibedakan menjadi:  stoples goods, kelompok bahan-bahan pokok sehari-hari yang dibutuhkan oleh konsumennya, misalnya : beras dan barang sembako lainnya.  Impuls goods, kelompok barang yang dibeli tanpa ada perencanaan sebelumnya. Misalnya makanan ringan / jajan.  Emergency goods, barang yang dibeli karena ada keperluan mendadak dan mendesak, misalnya bahan bakar kendaraan, obat-obatan dll. b. Price / harga Beberapa factor yang harus dipertimbangkan dalam penetapan harga menurut Lancaster, G dan Jobber, D. (1990) adalah : 1. Sasaran perusahaan, pencapaian target tingkat pengembalian modal. Tingkat harga untuk setiap produk harus mencerminkan sasaran tersebut. 2. Sasaran pemasaran Strategi penetrasi, merangsang permintaan dengan menetapkan harga rendah dan promosi yang gencar. Strategi menjaring pasar (market skimming strategy) dipasang harga yang tinggi dan promosi yang gencar, setelah keuntungan diperoleh harga kembali diturunkan dilanjutkan dengan promosi memberi potongan harga/discount, agar semua produk habis terjual. 3. Factor permintaan, dengan pertimbangan bahwa permintaan bertambah harga naik dan penawaran bertambah maka harga turun. 4. Factor biaya , ada juga usaha yang menetapkan harga produk dengan menghitung biaya produksi ditambah persentase keuntungan saja, tanpa memperhitungkan biaya –biaya lainnya seperti sewa dan gaji. 5. Factor pesaing, dalam menyikapi pesaing jangan gegabah menurunkan harga barang, karena jika harga diturunkan akan sulit untuk menaikkan kembali. Lebih baik diimbangi dengan promosi dan menjaga kepercayaan menjaga kualitas produk dan harga tetap dipertahankan. c. Promosi Penjualan (Sales Promotion) Menurut Edilius (1999), promosi penjualan adalah usaha untuk mengkoordinasikan semua metode baik langsung maupun tidak langsung dalam rangka untuk meningkatkan jumlah penjualan melalui cara-cara seperti: 1. personal selling, suatu pendekatan secara lisan di dalam suatu percakapan dengan seseorang atau lebih calon pembeli dengan maksud untuk melakukan penjualan. Bentuk-bentuk personal selling :  Accros-the counter selling, penjualan barang di toko-toko pengecer.  House to house selling, petugas menjualan mendatangi konsumen dari rumah ke rumah.  Sales employed by wholesaler to call upon retailer, sales yang dipekerjakan oleh pedagang besar (Wholesaller) berhubungan denganpara pengecer (retailer)  Salesman used by manufactures to call upon wholesaler and/ or retailer, Salesman/penjual yang ditugaskan oleh produsen untuk menghubungi pedagang besar dan pengecer.  Call made upon important costumers by executive to effect sales, kunjungan kepada langganan-langganan penting untuk melakukan penjualan.  Engineering trained salesman, salesman yang dilatih dengan pendidikan teknis untuk melakukan penjualan kepada calon konsumen. 2. advertising, reklame/iklan di media massa, brosur, selebaran dan lain-lain. 3. specialized sales promotion. o Demonstrasi, o attractive display (pameran di etalase berkaca), o contest (perlombaan), o exhibition (pameran di suatu lokasi dalam waktu tertentu), o samples ( memberi contoh produk gratis kepada calon pembeli), o premium (pemberian hadiah langsung saat pembelian produk) d. Pentingnya tempat usaha/ place (distribusi) Perlu dipilih dan ditentukan lokasi tempat usaha yang strategis dan menguntungkan. Menurut Edilius (1999), lokasi perusahaan dapat dikategorikan dalam tiga macam :  lokasi usaha yang ditentukan oleh pemerintah, dengan mempertimbangkan beberapa factor : o factor kesehatan, usaha peternakan unggas, kambing, dll seharusnya jauh dari perumahan penduduk o factor keamanan, o faktor politis,  lokasi usaha yang terkait dengan sumber-sumber ekonomi, antara lain:  lokasi perusahaan yang didekatkan pada factor-faktor produksi, misalnya : Terkait dengan bahan mentah, contoh perusahaan pertambangan, perusahaan yang mengolah hasil hutan dan lain-lain. Tenaga kerja, misalnya perusahaan padat karya, contohnya pabrik rokok. Sumber dana (kredit perbankan)  lokasi yagn dekat dengan konsumen  lokasi yagn banyak tersedia factor-faktor pendukung lainnya, misalnya fasilitas pengangkutan, air, dan listrik  lokasi usaha yang bersifat histories, tempat usaha yang sudah dirintis bertahun-tahun yang lalu dan sudah dikenal banyak orang. Pemilihan saluran ditribusi. Berikut ini type saluran distribusi yang dapat dipilih (Edilius, 1999): 1. Agen – pedagang besar – pedagang perantara – pengecer 2. Agen – pedagang perantara – pengecer 3. Agen – pengecer 4. Produsen – agen tunggal – konsumen 5. Pedagang besar – pedagang perantara – pengecer 6. Pedagang besar – pengecer 7. Pedagang produsen – pengecer 8. Produsen – pengecer – konsumen 5. Perilaku pasar , fluktuasi pasar, dan intervensi pasar. Fluktuasi adalah ketidaktetapan atau guncangan, terutama terhadap harga barang dsb. Ata segala hal yang bisa dilihat di dalam sebuah grafik. Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Fluktuasi" intervensi Intervensi adalah sebuah istilah dalam dunia politik dimana ada negara yang mencampuri urusan negara lainnya yang jelas bukan urusannya.Adapula definisi intervensi adalah campur tangan yang berlebihan dalam urusan sosial , politik,ekonomi,budaya.Sehingga negara yang melakukan intervensi sering dibenci oleh negara-negara lainnya Contoh Tindakan Intervensi • Mengirimkan prajurit suatu negara ke negara-negara yang bertikai yang jelas bukan urusannya • Melakukan embargo pada suatu negara yang dimusuhi oleh lembaga negara lainnya • Melakukan peperangan dengan cara blokade ke negara lainnya , padahal tidak ada sangkut pautnya sama sekali Negara-negara yang sering melakukan intervensi • Amerika Serikat • Inggris • Perancis • Belanda Literature : 1. Suradjiman. 1996. EKONOMI untuk SMU kelas I. Pusat Perbukuan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. 2. Edilius. 1999. PENGANTAR EKONOMI PERUSAHAAN. Rineka Cipta. Jakarta. 3. Lancaster, G dan Jobber, D. 1990. TEKNIK MANAJEMEN PENJUALAN. Binarupa Aksasara. Jakarta. 4. Schiffman’s, S. 1996. SUKSES DENGAN TELEMARKETING. Pustakadela Pratasa. Jakarta.

AMB


1.1. Achievment Motivation of Business (AMB)/ Motivasi wira usaha/Wiraswasta.
Nama sekolah     : SMA Negeri 9 Jambi
Mata Pelajaran   : Mulok
Kelas/Semester   : X/Ganjil
Standar Kompetensi :
1.Memahami Achievement Motivation Of Business (AMB)
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan AMB
Indikator           :
·     Siswa mampu Menjelaskan pengertian  AMB/ Wiraswasta
·     Siswa mampu Menceritakan kembali tentang kisah orang sukses seperti  Bob Sadino
Alokasi Waktu    : 2 x 45 menit

1.      Tujuan Pembelajaran
·     Siswa  memahami pengertian  AMB dan wiraswasta.
·     Siswa  memahami dan dapat menceritakan kembali kisah sukses Bob Sadino
2.      Materi Pembelajaran
·     Pengertian Achievement Motivation Of Bussines (AMB)
·     Pengertian Wiraswasta Dan Ciri-Ciri Manusia Wiraswasta

1. PENGERTIAN ACHIEVEMENT MOTIVATION OF BUSSINES (AMB)

A. Pengertian Achievement (kinerja)
Achievement artinya: alat pencapaian sukses, kepiawaian, prestasi, tehnik, kinerja. Dapat pula diartikan keberanian mengambil resiko yang diperhitungkan (calculated risk) untuk mencapai suatu sasaran yang telah ditentukan.

B.  Pengertian Motivasi
Pemotivasian :
v       Suatu proses dan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam memberikan inspirasi, semangat, dan kegairahan kerja .
v       Memberi dorongan kepada orang lain untuk dapat melakukan suatu kegiatan yang semestinya.
v       Mengarah atau menyalurkan perilaku  mencapai kebutuhan/tujuan yang memberi kepuasan atau mengurangi ketidak seimbangan.

MOTIF  sering dirumuskan sebagai ; KEBUTUHAN (need), KEINGINAN (want), DORONGAN (drive),  dan BISIKAN HATI (impulse).
TUJUAN berada diluar individu, berupa HARAPAN (hoped for/expectancy), HADIAH /PENGHARGAAN (reward/recognation), dan INSENTIF.
Motivasi :
1.        Setiap perasaan atau kehendak dan keinginan yang sangat mempengaruhi kemauan individu sehingga individu tersebut terdorong untuk berperilaku dan bertindak.
2.       Pengaruh kekuatan yang menimbulkan perilaku individu
3.       Setiap tindakan atau kejadian yang menyebabkan berubahnya perilaku seseorang.
4.       Proses dalam yang menentukan gerakan atau perilaku individu kepada tujuan (goal).

Penyebab berkurangnya kekuatan  kebutuhan suatu individu (menurunnya motivasi):
1.      Tercapainya kepuasan kebutuhan (need satisfaction)
        Apabila suatu kebutuhan sudah dipuaskan, menurut Abraham Maslow, stimulus perilaku akan menurun, namun akan timbul kebutuhan lain lebih penting.
2.       Pemblokiran kebutuhan (bloking need satisfaction), akan menyebabkan penurunan perilaku (coping behavior)
3.       Ketegangan kognitif (cognitive dissonance), secara psikologis tidak menyenangkan, menyebabkan berkurangnya semangat dan kegairahan individu.
4.       Frustrasi (frustration), perasaan gagal dan kecewa bisa menyebabkan timbul perilaku destruktif , permusuhan. Hal ini merupakan hambatan bagi pencapaian tujuan.
5.       Rasionalisasi (rasionalization), bila melihat kenyataan tidak mampu meyelesaikan pekerjaan, hanya melihat kelemahan diri merasa lebih rendah dari orang lain. Padahal  masih ada  nilai positif lain dari dirinya yang tidak terlihat olehnya.
6.       Regresi (regretion), tindakan seseorang yang tidak sesuai dengan usianya. Misalnya  perilaku kekanak-kanakan.
7.       Fiksasi (fixation), apabila individu melakukan perilaku yang sama berulang-ulang padahal perilaku tersebut tidak menguntungkan bagi dirinya. Mungkin akibat frustrasi  tidak mau membuka diri melakukan perubahan ataupun mencoba hal-hal baru. Hal ini juga akan menurunkan motivasi seseorang.
8.       Resignasi (resignation), pengunduran diri, menarik diri dari pergaulan, apatis akibat frustrasi yang berkepanjangan.

Elemen Penggerak Motivasi (Stimulus):
1.        Kinerja (achievement), keberanian mengambil resiko yang diperhitungkan (calculated risk) untuk mencapai suatu sasaran yang telah ditentukan.
2.       Penghargaan / pengakuan  (Recognation),
3.      Tantangan (Challenge)
4.      Tanggung jawab (Responsibility)
5.      Pengembangan (Development)
6.      Keterlibatan (Involvement) menimbulkan Rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa bertanggung jawab (responsibility)
7.       Kesempatan (Opportunity).

Bentuk motivasi:
1.        Kompensasi dalam bentuk uang
2.       Pengarahan dan pengendalian
3.       Penetapan pola kerja yang efektif
4.       Kebijakan.

C . Pengertian Business
Business, artinya : usaha di bidang ekonomi, perusahaan. Dapat dijabarkan sebagai upaya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pengertian perusahaan : suatu organisasi pemilikan yang menggabungkan faktor-faktor produksi di suatu tempat dengan maksud menghasilkan barang dan jasa dan menjualnya dengan laba/keuntungan (Edilius, 1999).
Macam-macam kebutuhan :

1.      Menurut Abraham H. Maslow / teori hierarki kebutuhan :
v       Kebutuhan fisiologis (physiological needs)
v       Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety or security needs)
v       Kebutuhan social atau afiliasi (social or affiliation needs)
v       Kebutuhan penghargaan atau recognisi (esteems or recognition needs), prestise (prestige) and kekuasaan (power)
v       Kebutuhan aktualisasi diri/pengakuan diri seseorang (self actualization needs).

2.      Menurut David C. Mc Cleland:
v       Kebutuhan akan kinerja (needs of acheivment)
v       Kebutuhan akan afiliasi (needs of affiliation)
v       Kebutuhan akan kekuasaan (needs of power)

D.Pengertian Achievement Motivation of Business(AMB)/ Motivasi wira usaha
Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Achievement Motivation of Business (AMB)  adalah :
Ø        Kemauan yang kuat dari seseoarang untuk memecahkan masalah hidupnya dengan memanfaatkan potensi yang ada untuk mendapat keuntungan / laba sehingga  terpenuhi/tercapai  kebutuhan hidup.
Ø        Kepiawaian seseorang menggerakkan diri mengembangkan potensinya guna memenuhi kebutuhan hidup sehingga mampu menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dirinya dan orang sekitarnya.
Ø        Keinginan yang kuat dari seseorang yang memiliki keberanian mengambil resiko yang diperhitungkan (calculated risk) untuk mencapai suatu sasaran yang telah ditentukan (memenuhi kebutuhan hidup / memimpin suatu perusahaan)

2. PENGERTIAN WIRASWASTA DAN CIRI-CIRI MANUSIA WIRASWASTA

a.       Pengertian Wiraswasta (Achievment motivation of Bussines)
“ Wira” berarti berani, utama dan perkasa, sedangkan “swa” berarti sendiri dan “sta” memiliki arti berdiri sendiri.
Bertolak dari pengertian etimologi tersebut, menurut Sumanto, W. (2006), wiraswasta ialah keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi  kebutuhan serta memecahkan permasalahan hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri.

b.      Ciri-ciri manusia wiraswasta
Manusia wiraswasta adalah berkepribadian kuat dengan cirri-ciri sebagai berikut :
v       Memiliki moral yang tinggi, memiliki 6 sifat utama :
1.        Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2.       Kemerdekaan batin
3.       Keutamaan
4.       Kasih sayang terhadap manusia
5.       Loyalitas hukum
6.       Keadilan
v       Memiliki sikap mental wiraswasta, memiliki 6 kekuatan mental yang membangun kepribadian yang kuat :
1.        Berkemauan keras
2.       Berkeyakinan kuat atas keyakinan pribadi, untuk itu diperlukan : pengendalian diri, kepercayaan pada diri sendiri, pemahaman tujuan dan kebutuhan.
3.       Kejujuran dan tanggung jawab,  untuk itu diperlukan adanya ; moral yang tinggi dan disiplin diri sendiri.
4.       Ketahanan fisik dan mental,  untuk itu diperlukan kesehatan jasmani dan rohani, kesabaran dan ketabahan menghadapi tantangan hidup.
5.       Ketekunan dan keuletan untuk bekerja keras.
6.       Pemikiran yang konstruktif dan kreatif.
v       Memiliki kepekaan terhadap arti lingkungan, setidaknya memiliki 4 hal :
1.        Pengenalan terhadap arti lingkungan
2.       Rasa syukur atas segala yang diperoleh dan dimiliki
3.       Keinginan yang besar untuk menggali dan mendayakan sumber-sumber ekonomi lingkungan setempat.
4.       Kepandaian untuk menghargai dan memanfaatkan waktu secara efektif.
Untuk kemajuan dan prestasi belajar dan bekerja manusia memerlukan berbagai sumber. Dan sumber itu terdapat dalam lingkungannya.
v       Memiliki keterampilan wiraswasta
1.        Keterampilan berpikir kreatif, memiliki daya imajinasi yang menunjang proses berpikir  dan cara berpikir ilmiah.
2.       keterampilan dalam pembuatan keputusan
3.       keterampilan dalam kepemimpinan, beberapa factor yang akan mempengaruhi kepemimpinan seseorang :
a.        kemauan bergaul dengan orang lain.
b.        mengenal dan belajar melayani  kebutuhan orang lain.
c.        suka mengambil inisiatif.
d.        memiliki keterampilan berkomunikasi dengan orang lain.
e.        mampu membangun moral kerja dalam kelompok.
f.        menciptakan situasi pekerjaan yang menantang dan menyenangkan.
g.        berusaha memberikan banyak sumbangan bagai pemecahan masalah kelompok.
h.        mampu membimbing pengertian dan tingkah laku kelompok untuk tercapainya tujuan bersama.
i.         Suka bertukar pikiran dan berpendapat dengan orang lain.
4.       keterampilan dalam manajerial, yaitu mampu melaksanakan manajemen/ pengaturan  kerja dengan memperhatikan prinsip POACE (Planning / perencanaan, Organization / pengorganisasian,  Actuating pelaksanaan pekerjaan, Controlling / pengawasan, Evaluating / penilaian).
5.       keterampilan dalam bergaul antar manusia (human relationship), beberapa prinsip yang perlu diperhatikan agar dapat kita memperoleh kawan baik dan bergaul  secara efektif :
a.        Menghormati kepentingan orang lain.
b.        Menghargai pendapat orang lain.
c.        Menghormati ambisi orang lain.
d.        Dapat memberikan pelayanan yang baik kepada orang lain
e.        Suka memberikan sumbangan pikiran kepada orang lain yang sedang mengalami kesulitan.

Soal latihan
1.    Jelaskan pengertian motivasi !
2.   Jelaskan 8 hal penyebab menurunnya motivasi !
3.   Sebutkan 7 elemen penggerak motivasi  (stimulus)!
4.    Jelaskan pengertian AMB !
5.   Jelaskan pengertian Wiraswasta !
6.   Sebutkan 4 ciri kepribadian kuat yang dimiliki seorang wiraswasta!
7.   Sebutkan 6 kekuatan mental yang harus dimiliki seorang wiraswasta !
8.   Sebutkan 5 keterampilan yang harus dimiliki seorang wiraswasta !

Literature:

1. Siswanto, HB. 2005. PENGANTAR MANAJEMEN. Bumi Aksara. Bandung.
2. Sumanto, W. 2006. PENDIDIKAN WIRASWASTA. Bumi Aksara. Jakarta.